Pasukan Khusus TNI Tak Terlihat ! Jendral Gatot Siapkan untuk Kawal Novel Baswedan

Pasukan Khusus TNI Tak Terlihat ! Jendral Gatot Siapkan untuk Kawal Novel Baswedan

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan personel jika diminta untuk mengawal penyidik KPK selama 24 jam. Pengawalan diperlukan buntut dari teror terhadap Novel Baswedan.

"Ini (permintaan pengawalan) sudah dikoordinasikan, tinggal pelaksanaannya saja," kata Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (12/4).

Gatot tidak menyebutkan prajurit yang disiapkannya itu merupakan pasukan khusus yang dimiliki TNI. "Saya berikan prajurit yang terbaik. Saya tak sebutkan siapa orangnya. Kita pengawalan secara tidak terlihat. Jumlahnya tergantung permintaan dan kebutuhan," ujar Gatot.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini pun mengutuk keras tindakan orang tak dikenal yang melakukan penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK, Novel Baswedan pada Selasa (11/4).
 baca juga: Haru ! Warga Menangis, Djarot Kunjungi Derahnya
Novel Baswedan terkena siraman air keras ketika selesai menunaikan ibadah Shalat Subuh di masjid di dekat kediamannya di Kepala Gading, Selasa (11/4) pagi.

Sesaat setelah kejadian, Novel langsung dilarikan ke RS Mitra Keluarga Kepala Gading. Diduga pelaku penyiraman berjumlah dua orang dengan mengendarai sepeda motor dan mengenakan helm.

Penyidik KPK Novel Baswedan dibawa ke Singapura untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut pascamengalami serangan penyiraman air keras pada Selasa (11/4).

"Saya ikut ke Singapura, mohon doanya ya," kata abang Novel, Taufik Baswedan saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Rabu.

Pasukan Khusus TNI Tak Terlihat ! Jendral Gatot Siapkan untuk Kawal Novel Baswedan

Namun, Taufik mengaku tidak memahami teknis perawatan yang akan dijalani oleh Novel di sana. "Teknisnya saya kurang tahu," tambah Taufik. [rakyatsumatera]


Polisi menduga ada 'aktor' di balik teror air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan. Apakah pelaku ini orang bayaran? Begini respons Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan.

"Kita belum bisa pastikan. Pelakunya saja belum ketemu, gimana mau pastikan itu bayaran," kata Iriawan di Kodam Jaya, Jakarta Timur, Kamis (13/4/2017).

Iriawan juga belum bisa memastikan soal aktor intelektual terkait teror. Tapi dia memastikan eksekutor adalah orang suruhan.
baca juga: Panitia Panik ! Penonton Bergemuruh ! Ini Kronologi Debat Sengit Zakir Naik Dengan Bapak Yang Tidak Percaya Pastur
"Bukan nama besar. Maksudnya, kalau ada yang melakukan, ada yang menyuruh. Kita belum tahu, pelakunya saja belum tahu siapa namanya, apalagi yang nyuruhnya," ujarnya. 

Pihaknya tidak hanya mengejar eksekutor tetapi juga dalang di balik teror tersebut. Iriawan yakin pelaku tidak berdiri sendiri.

"Kita harus dapat juga (penyuruhnya) nanti. Siapa yang melakukan misalnya si A, nanti kami tanya, 'maksud kamu apa nyiram gituan ke wajah Novel', 'oh saya ini ini', pasti nanti akan kami tanyakan. Bukan tidak mungkin dia berdiri sendiri," tuturnya.
                                Pasukan Khusus TNI Tak Terlihat ! Jendral Gatot Siapkan untuk Kawal Novel Baswedan
Soal motif penyiraman air keras, Iriawan belum bisa memastikan apakah ada kaitannya dengan sejumlah kasus di KPK yang diselidiki oleh Novel. "Belum pasti ya," ucapnya.

Sementara pihaknya juga belum bisa mendapatkan gambaran pasti mengenai ciri-ciri pelaku. Iriawan memastikan timnya terus bekerja untuk melacak pelaku.

"Belum, belum. Kita jangan berandai-andai dulu, nanti kalau ada bukti baru kami beberkan," katanya.[detik]
baca juga: Mengecoh Zakir Naik ! Femi Puas Ajukan Pertanyaan "Jalan Yang Lurus" Pada Injil dan Alquran